CT Scan Pada Anak-Anak Meningkatkan Risiko Kanker Otak

Monday, June 11, 2012

Anak-anak yang mendapatkan Computerised Tomography (CT) Scan di bagian kepala atau sumsum tulang belakang memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar untuk terkena kanker otak dan leukemia dibandingkan anak-anak lain yang mendapatkan CT Scan pada bagian tubuh lainnya. Namun walaupun begitu, persentasenya masih cukup rendah, yaitu satu kasus kanker otak dan leukemia dari 10.000 anak yang mendapatkan CT Scan.

"Penelitian kami adalah yang pertama yang menunjukkan secara langsung bahwa CT Scan dapat menyebabkan kanker nantinya," kata Amy Berrington de Gonzales dari US National Cancer Insitute di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.

Para peneliti juga menyadari bahwa CT Scan adalah alat yang sangat diperlukan dan telah menolong banyak nyawa, yang dengan CT scan dapat secara cepat menemukan skala cedera pada kepala setelah kecelakaan, misalnya. Namun hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan CT Scan harus dilakukan seminimal mungkin. Jenis pemeriksaan lain selain CT Scan bagi anak-anak perlu dipertimbangkan karena adanya risiko kanker otak dan leukemia ini.

CT Scan meningkatkan risiko kanker otak
Contoh hasil CT Scan pada bagian kepala

"MRI, USG, pemeriksaan fisik dan foto rontgen dapat dijadikan alternatif," kata Mark Pearce dari Newcastle University di Inggris, co-pemimpin tim peneliti. "Tingkat kerusakan pada tubuh karena penggunaan sinar x sepuluh kali lebih rendah dari CT Scan."

Untuk menyelediki apakah CT Scan dapat meningkatkan risiko kanker, para peneliti menganalisis catatan dari hampir 180.000 pasien di Inggris yang telah menerima CT Scan sebelum mereka berumur 22 tahun. Semua CT Scan dilakukan antara tahun 1985 sampai 2002, dan semua pasien tersebut dipantau sampai tahun 2008.

Dari semua itu didapati ada 74 kasus leukemia dan 135 kasus kanker otak. Mereka yang telah menerima dosis kumulatif yaitu sekitar 60 millirays - setara dengan dua atau 3 kali CT Scan kepala - memiliki tiga kali lipat risiko lebih besar untuk mendapatkan kanker otak dan leukemia.


Hati-Hati Menggunakan CT Scan

Pearce mengatakan bahwa penggunaaan CT Scan sebaiknya hanya dilakukan apabila memang itu mutlak diperlukan. Dia mengatakan bahwa dokter-dokter di Eropa raltif sedikit melakukan CT Scan karena adanya hukum yang mengatur pembenaran medis untuk itu.

Ini berbeda dengan di AS atau di Indonesia, dimana CT Scan setiap tahunnya menjadi populer bahkan digunakan hanya untuk sekedar mendeteksi awal penyakit.

Selama dekade terakhir, banyak studi telah memperingatkan bahwa CT Scan rutin sangat meningkatkan risiko kanker. Penelitian lain bahkan mengatakan bahwa efek CT Scan yang rutin sama dengan efek mereka yang selamat dari bom nuklir di Jepang saat Perang Dunia ke-2.

Pearce mengatakan bahwa risiko terhadap anak-anak diketahui lebih tinggi karena jaringan senstif di sumsum tulang belakang dan otak masih berkembang pesat. "Kami akan mempelajari efek CT Scan untuk orang dewasa juga meskipun saat ini itu bukan bagian rencana kami, namun akan kami lakukan di masa-masa mendatang," katanya.

"Meskipun studi kami adalah pada anak-anak, itu sudah mendukung bukti bahwa mungkin ada risiko kanker otak dan leukemia pada orang dewasa yang menerima CT Scan," kata Berrington de Gonzales."

sumber gambar

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015. Alur Kecil.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Powered by Blogger.
Creative Commons License
DMCA.com