Sunday, December 30, 2012

Kashartadi, Pelatih "Kacangan" yang Sukses

Kashartadi
Kashartadi
Kashartadi mulai menekuni dunia kepelatihan sejak tahun 2006, setelah pensiun dari pemain profesional musim 2004. Klub terakhir yang dibelanya adalah Persisam Putra Samarinda. Usai pensiun, Kashartadi mulai menekuni dunia kepelatihan.

Karier pelatih pria asal Solo ini dimulai di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yakni di Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA). Musim pertama ia mengarsiteki klub mayoritas pelajar SMA unggulan itu langsung sukses mengukir prestasi tembus runner up piala Suratin usia U-18 nasional. Kala itu anak didiknya dipaksa menyerah 1-2 oleh Arema Malang di partai final. Ini untuk pertama kalinya SYSA berhasil menembus final kejuaraan nasional. Bahkan SYSA menjadi kontestan pertama dari Sumatera Selatan (Sumsel) yang mampu menembus final piala Suratin.

Karena kesuksesannya itu, jasa Kas (sapaan akrab Kashartadi) direkrut oleh PSSI pusat dan ditugasi untuk menukangi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-13 hingga tahun 2009. Saat di Timnas U-13, Kas hanya melatih biasa karena tidak adanya agenda internasional untuk Timnas U-13, dan hanya mengikuti festival di Malaysia. Hasilnya cukup menggembirakan, dari beberapa negara peserta di Asia Tenggara, Indonesia hanya kalah dari Thailand.

Pasca menangani Timnas U-13, Kashartadi hijrah ke Palembang (ibukota Sumatera Selatan) dengan mengarsiteki Sriwijaya FC U-21. Namun ia tidak mampu membuat Laskar Wong Kito Junior (julukan Sriwijaya FC U-21) perkasa. Alhasil anak didiknya hanya bisa berlaga di babak awal atau penyisihan grup Indonesia Super League (ISL) U-21.

Meski gagal bersama Sriwijaya FC U-21, ternyata tidak mnyurutkan niat manajemen Sriwijaya FC untuk memaksimalkan tenaga Kas. Ia justru ditunjuk oleh pengelola Sriwijaya FC untuk menemani Ivan Venkov Kolev, pelatih asal Bulgaria sebagi asisten.

Kiprah pertamanya sebagai pembantu Ivan Venkov Kolev turut mengantarkan Sriwijaya FC meraih gelar juara Inter Island Cup (IIC) edisi pertama tahun 2010. Namun sayang kolaborasinya bersama pelatih bule tersebut tidak mampu megantarkan tim Sriwijaya FC finis teratas dan dampaknya Kolev pun "dibuang."

Lagi-lagi Kas beruntung, bukannya ikut dilepas bersama Kolev, justru Kas naik pangkat menjadi peatih kepala. untuk menjalankan tugas berat merebut juara ISL. Pelatih dengan lisensi A nasional ini dicarikan tandem tiga asisten, yakni Hartono Ruslan, Indrayadi (pelatih kiper), dan Keith Kayamba Gumbs (pelatih fisik yang merangkap pemain).

Musim pertama Kas sebagai pelatih kepala Sriwijaya FC langsung meraih prestasi gemilang dengan meraih prestasi gemilang dengan merasakan gelar ISL. Namun sayang, meskipun Kas berhasil meraih gelar juara ISL, masih banyak yang meragukan kemampuan melatihnya. Banyak yang menganggap Sriwijaya FC meraih gelar ISL adalah karena skuad warisan dari Ivan Venkov Kolev.
Sayang usai mempersembahkan emas Sea Games Kas mengalami cedera lutut parah yang memaksanya mundur dari timnas
Selanjutnya, pada Desember 2012 bersama Sriwijaya FC, Kas meraih gelar juara IIC. Saat itu Kas merasa bangga karena komposisi pemain Sriwijaya FC ketika mengikuti turnamen IIC tidak sebagus skuad musim ISL tahun (juaranya). Dimana 90 persen para pemainnya adalah wajah baru dan tergolong pemain biasa-biasa saja.

Kini Kas yang saat menjadi pemain dijuluki sebagai "Si Kijang" ini terbilang sebagai salah satu pelatih sepakbola paling sukses di Indonesia. Ia menjadi salah satu penekun di dunia sepak bola yang mengoleksi gelar komplet.

Sebagai pemain, Kas yang lahir pada 6 Desember 1970 ini sudah merasakan empat gelar juara bersama klub dan satu kali juara berasama Timnas. Kas tiga kali meraih gelar ISL (sebelumnya bernama Liga Galatama) bersama Kramayudha Tiga Berlian dan satu gelar lagi bersama Arseto Solo. Kas juga turut mengantarkan Timnas meraih medali emas di ajang Sea Games Manila tahun 1991. Yang merupakan emas terakhir Indonesia dari sepakbola di Sea Games sampai sekarang (2012).

Darah bola memang mengalir kental pada bungsu dari tujuh bersaudara anak pasangan Kasriadi-Sukarmi ini sejak kecil. setelah meretas di dua diklat, Salatiga dan Ragunan (1984-1985). Kas langsung melanglang buana ke sejumlah klub. Selain Kramyudha Tiga Berlian dan Arseto Solo, ia juga pernah memperkuat BPD Jateng, Persis Solo, dan Persid Jember.

Karier di timnas sendiri dimulai ketika bergabung di Timnas U-16 untuk piala Coca-Cola di Qatar (1986). Setelah itu Kas pun masuk langganan Timnas Garuda yang puncaknya mendapat medali emas di Sea Games saat Timnas ditangani pelatih legendaris Anatoly Polosin. Sayang usai mempersembahkan emas Sea Games Kas mengalami cedera lutut parah yang memaksanya mundur dari timnas. Sebenarnya setelah sembuh dari cedera, Kas masih bisa bermain kembali namun tidak lagi optimal. Maka itu, Kas memutuskan untuk pensiun dari timnas. 

Profil Kashartadi
Nama
: Kashartadi
TTL
: Solo, 6 Desember 1970
Tinggi
: 169 cm
Berat
: 63 kg
Istri
: Sri Hastuti
Anak
: King Eric Cantona
Karier kepelatihan
: SYSA MUBA (2006/2007)
  Timnas U-13 (2007/2009)
  Sriwijaya FC U-21 (2009)
  Asisten pelatih Sriwijaya FC (2010/2011)
  Pelatih kepala Sriwijaya FC (2011/sekarang)
Sumber: Sumatera Ekspress

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More